Istiqomah
Assalamu'alaikum wr.wb... selamat pagi sobat semua? apa kabar kalian hari ini? semoga sehat-sehat saja ya. Karena kesehatan merupakan nikmat yang paling besar yang diberikan oleh Allah SWT. kepada para hamba-Nya.
Istiqomah, sebenarnya apa arti dari istiqomah? sepengatahuan saya, istiqomah dibagi menjadi 3 macam yang dideninisikan oleh Ibnu Abbas R.A, yaitu:
1). Istiqomah Dengan lisan artinya bertahan terus dalam membaca 2 kalimat syahadat.
2). Istiqomah Dengan Jiwa artinya selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa pernah terputus.
3). Istiqomah Dengan Hati artinya melakukan segala sesuatu dengan niat yang tulus dan jujur.
Para Ulama Memberikan Definisi dari Kata Istiqomah yaitu:
- Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A: Istiqomah itu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga.
- Umar bin Khattab R.A: Istiqomah itu hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.
- Utsman bin Affan R.A: Istiqomah artinya ikhlas.
- Ali bin Abi Thalib R.A: Istiqomah adalah melaksanakan suatu kewajiban.
- Dari Ibnu Abbas R.A: Istiqomah itu memiliki 3 macam arti: Istiqomah dengan lisan (Bertahan terus dalam membaca Syahadat), istiqomah dengan hati (Melakukan segala sesuatu dengan niat dan jujur) dan istiqomah dengan jiwa (Selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa terputus).
- Dari Ar Raaghib: Istiqomah itu tetap di atas jalan yang lurus.
- Dari An Nawawi: Tetap dalam ketaatan (Kitab Riyadusshalihin). Jadi istiqomah mengandung pengertian bahwa: “Tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT”.
- Dari Mujahid: Istiqomah adalah komitmen terhadap kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla.
- Dari Ibnu Taymiah: Istiqomah dalam mencintai dan beribadah kepada Allah tanpa kearah menoleh ke kanan kiri.
Allah berfirman dalam Surah AS AL-FUSHILAT Ayat 30:
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Q.S Fushilat: 30)
Cerpen tentang sikap Istiqomah
Ammar adalah anak yg sangat rajin sholat dan mengaji. Tapi dia merasa itu saja belum cukup, ia ingin melaksanakan puasa senin kamis setiap minggu. Saat baru 2 minggu melaksanakan puasa senin kamis ia menerima kabar bahwa hari senin depan teman dekatnya, caesar akan merayakan ulang tahunnya sepulang sekolah di sebuah restoran di dekat sekolah. Ammar pun berencana untuk tidak berpuasa pada hari senin, karena kalau ia puasa ia tidak akan bisa makan sementara teman temannya akan makan makan bersama. Namun ibunya berkata ia harus bersikap istiqomah. Jadi ammar memutuskan untuk tetap berpuasa pada hari senin dan menghadiri ultah temannya. Caesar mengetahui Ammar akan berpuasa saat hari ulang tahunnya, ia menyiapkan kejutan untuk Ammar. Lalu saat tiba di restoran tempat dirayakannya ulang tahun Caesar, Ammar mendapat hadiah alat tulis yang selama ini diinginkannya dari Caesar. Ammar sangat bersyukur dan meneruskan berpuasa setiap minggu sehingga menjadi kebiasaan.
Ada empat hal yang harus ditempuh agar dapat menjadi hamba-hamba Allah yang istiqomah:
Pertama, kesadaran dan pemahaman yang benar.
Muslim yang memahami ajaran agamanya dengan baik tidak akan bimbang menjalani kehidupan dunia. Ia akan tetap tegar (istiqomah) menghadapi badai godaan sedahsyat apa pun.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan merasakan pengawasan-Nya.
Dua hal ini sangat penting. Ketika seorang Muslim sudah merasa dekat dengan Allah, ke mana pun ia pergi, di mana pun ia berada, bagaimana pun situasinya, dengan keyakinan penuh ia akan selalu merasa diawasi oleh Allah. Dengan begitu ia tidak akan berani lagi menyimpang dari jalan-Nya (QS. Al-Baqarah [2] 235).
Ketiga, berteman dengan orang-orang shalih.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan, “Seseorang itu mengikuti agama kawannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berkawan.” (HR. Tirmidzi).
Keempat, introspeksi dan sungguh-sungguh.
Setiap pribadi Muslim harus mengetahui bahwa musuh utama dirinya adalah hawa nafsunya sendiri yang memang memiliki tabiat selalu condong kepada kejahatan dan perbuatan dosa (QS. Yusuf [12] 53).
Sebab itulah, setiap Muslim seyogianya selalu mengadakan introspeksi diri terhadap apa-apa yang telah dikerjakan agar ia dapat mengontrol hawa nafsunya setiap saat.
Istiqomah Lebih Mulia dari Seribu Karomah
Sekian sobat semua yang bisa saya share kepada kalian, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. Wassalamu'alaikum wr.wb...
See You


0 Response to "Istiqomah"
Post a Comment